Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Best Uncle Ever

ada apa dengan Uncle? yaaa, alias paman alias om alias mamang what ever lah itu. dia seorang paman yang mempunyai jasa sangat besar dalam hidupku. hidup ketika aku mulai memasuki gerbang Pesantren Husnul Khotimah. tahun pertama, tahun kedua, tahun ketiga aku masih belum menyadari besar pengorbanan yang ia kerahkan untuk keponakannya. sampai pada tahun terakhir, semua mulai terasa satu persatu. bermunculan membuat aku menyadari banyak pengorbanannya untukku. dulu, zaman masih jadi santri. sebulan sekali aku mendapatkan kiriman yang tidak mesti uang, lebih sering satu dus makanan atau satu kantong plastik besar berisi makanan. semuanya nenek atau emihku yang menyiapkan untuk cucunya, kemudian di antar oleh om ku. setelah emih wafat, bibiku istri dari om ku yang tidak lain adalah adik mamah lah yang menjadi pengganti, mengirimkan makanan dan kebutuhan. masih sangat teringat. ketika aku ada acara kumpul bersama dengan teman-teman satu angkatan di Cidomba. pagi itu hujan sangat deras,...

Ujian sebelum menikah itu, NYATA

13 hari berlalu setelah 2 Agustus 2015 Statusku yang sudah berhasil kau kudeta hahaha, berubah label menjadi seorang istri dari seorang lelaki yang selama ini memperjuangkan seseorang yang menjadi bagian impiannya *eeaak Oke gaeess, apakabar? Sehat ya semua, in syaa Allaah. Yah, tiga belas hari doang mah belum ada apa-apanya. Masih anget-anget nya yak? Masih lengket yak? Masih riuh rindang kalo kegerahan ada yg ngipasin? Iya-in aja dah, da emang iya soalnya hehe Jadi ada beberapa yang kali ini pengen aku tuangkan. Tentang ujian yang nyata terjadi alias aku alami. Aku sering mendengar tentang banyaknya ujian bagi mereka yang akan menikah. Sering. Karena kebanyakan teman-teman ku sudah menggenapkan setengah agamanya, sehingga tidak terlalu sulit untuk sharing, atau bahkan tanpa sharing pun obrolan kita akan ada seputar Zawaaj, atau Pernikahan. Setiap ‘mereka’ akan mengalami ujian tersebut. Beraneka macam ujian yang Allah sediakan. Dan pertama-tama Allah memberiku u...

maaf dan terima kasih

Hujan deras menemani perjalanan menuju Depok. Menerobos hujan, juga jalan yang dipenuhi genangan, sandal atau sepatu siapapun basah. Langit margonda sore itu memberiku banyak arti, entah ia tak setuju dengan apa yang aku lakukan, atau isyarat akan kesedihan seseorang. Entah dari buku yang pernah dibaca, atau film yang pernah ditonton, “ perempuan dan laki-laki itu tidak bisa menjadi teman” aku tertawa, menertawakan hal itu. Sudah berapa lama ya kita berteman? Lima tahun kah? Atau lebih? Menemukan sosok teman yang kemudian menjadi dekat dan sangat dekat bisa dibilang. Apa aku mewarisi sifat mama? Yang mana teman-teman dekatnya lebih banyak laki-laki. Entah, yang jelas aku mengakui bahwasannya memang ga ada judulnya perempuan dan laki-laki itu berteman. Ngerasa nyaman aja berteman sama laki-laki, aku juga punya temen deket perempuan tapi tetep keduanya punya perbedaan. Aku berpikir panjang untuk menulis ini, antara menjaga perasaan juga mengabadikan yang ada. Ada hal y...

cerita sore hari di Purwadadi

Setelah lama ga ketemu, kita kembali bertemu haha Aku fikir dengan maen kaya tadi, ya cuma sekedar maen aja. Ah ternyata. Kamu membawa memberita. Tentunya, berita bahagia. Aku ga tau kalo cerita tadi sepanjang dan selebar apa. Tapi, ada banyak hal yang aku temui, simpulkan. Raut bahagia mu itu, mencerminkan keikhlasanmu. Ikhlas dalam menerima seutuhnya. Ikhlas menyerahkan segala sesuatunya. Raut bahagia mu itu, mencerminkan bagaimana kau menjadi diri sendiri. Meski masih ada rasa tak enak hati. Tapi kerewelan mu itu menandakan dirimu sendiri. Raut bahagia mu itu, mengajarkan aku tentang bagaimana kita menghargai orang-orang yang meperjuangkan “sebuah keinginan dan seseorang yang menjadi mimpinya” Raut bahagia mu itu, mengingatkan aku, tentang kepasrahan kita sebagai seorang hamba kepada Rabbnya. Raut bahagia mu itu, mengingatkan aku kembali untuk selalu menjadikan niat selalu yang terbaik dan selalu untuk beribadah. Raut bahagia mu itu, menyadarkan aku untuk kembal...

kampus Lipia beserta 'pernak pernik isinya'

sekalian aja laah, mumpung lagi mau menumpah ruahkan. tepat setelah selesai uas dua hari yang lalu. yang ingin aku tulis adalah, ujian dikampus kami berbeda alias tak sama dengan kampus kalian. bukan bermaksud mengeksklusifkan kampus ane ya agan, sistaa hehe ini beneran. seriusan. dari semester ke semesternya ada aura yang berbeda. memang begitukan seharusnya sebagai pencari ilmu? bangun jauh lebih awal, tidur pun agak larut malam. atau bahkan mungkin ada yang ga tidur? adaa. sering denger kan, temen-temen "belajar itu bukan untuk ujian dan bukan untuk selembar ijazah yang bisa kapan saja dirobek atau terbakar atau sebagainya" pesan ustazah iryanis -hafidzhohallah- yang selalu terngiang dikuping ane. hehe tapi tidak ada salahnya itu merupakan pemacu semangat kita untuk tholab 'ilm. namun sekali lagi niat di awal. ingat, selalu perbaiki dan perbaiki. semenjak menginjak tingkat Syariah, deg degan ane jauh lebih berasa banget dari tingkat sebelumnya. tapi ane sangat...

it's all about you, nyiiill

Gambar
Assalamu 'alaikum Warahmatullahi wa barakatuh annyeonghasseeoo eprybadeehh.. lama ga menumpah ruahkan apa yang sedang menggelantung dihati juga fikiran. dan inilah saatnya tengtereengg :D gue dilahirkan sebagai seorang kaka, dan di umur gue yang udah kepala dua berbuntut dan berekor ada aja "bisa masuk rahim lagi ga?? mau punya kakaaa :3" sayangnya hidup ini tak semudah membuka pintu doraemon hahaha oke, back to the topic. yaps. gue dua bersaudara. iyaa, adik gue perempuan. umur kita terpaut lima tahun ( duuh ga enak nih bawa-bawa umur ) coba, apa yang ada dibenak kalian ketika hanya dua bersaudara?? sepii?? sering berantem?? saling rindu?? atau acuh tak mau tau?? tergantung bagaimana kalian membangun hubungannyaa. sejak kecil, waktu gue masih SD (lupa tepatnya dikelas berapa. yang pasti adek gue belum sekolah) ada aja ulah gue yang bikin dia terluka. luka dalam artian sesungguhnya. pernah suatu waktu, tiap sore gue selalu ngaji sama temen-temen disekitaran komple...