maaf dan terima kasih
Hujan deras menemani perjalanan menuju Depok. Menerobos hujan, juga jalan yang dipenuhi genangan, sandal atau sepatu siapapun basah. Langit margonda sore itu memberiku banyak arti, entah ia tak setuju dengan apa yang aku lakukan, atau isyarat akan kesedihan seseorang. Entah dari buku yang pernah dibaca, atau film yang pernah ditonton, “ perempuan dan laki-laki itu tidak bisa menjadi teman” aku tertawa, menertawakan hal itu. Sudah berapa lama ya kita berteman? Lima tahun kah? Atau lebih? Menemukan sosok teman yang kemudian menjadi dekat dan sangat dekat bisa dibilang. Apa aku mewarisi sifat mama? Yang mana teman-teman dekatnya lebih banyak laki-laki. Entah, yang jelas aku mengakui bahwasannya memang ga ada judulnya perempuan dan laki-laki itu berteman. Ngerasa nyaman aja berteman sama laki-laki, aku juga punya temen deket perempuan tapi tetep keduanya punya perbedaan. Aku berpikir panjang untuk menulis ini, antara menjaga perasaan juga mengabadikan yang ada. Ada hal y...