Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

BERTAMBAH DAN BERTUMBUH

Setiap kita menciptakan banyak jejak kenangan. Malam ini, tetiba bayangan anak-anak kosan celamet city muncul saat meninabobokan Mumtaz. Dulu, aku hampir enggan untuk keluar dari zona aman dan nyaman. Enggan untuk pindah kosan setalah Hanif dan Nesya masuk asrama, then Hana memilih berangkat ke Mesir. Lebih memilih ngekos sendiri, dengan ukuran kos sempit. Ka Angger bilang “ egi pindah kosan aja, ke sebelah .....” dengan obrolan panjang yang membuat aku berpikir more and more Ngerti kan yaa? Dengan lingkungan baru, berarti harus adaptasi lagi. Pada akhirnya pindah kosan juga. Lebih milih lantai 2, 1 kamar di isi 3orang saat itu. Menjadi orang baru selalu ga enak, serba salah, kemudian ga nyaman. Namun, perlahan zona aman dan nyaman itu mengalami perubahan, beradaptasi dengan lingkungan baru akan kita rasakan. Kalian ingat? Pengocokan PJ kosan? Yang keluar adalah namaku. Semua berawal dari situ, membuat aku harus mengenal lebih dekat dengan kalian, mempertimbangkan baik da...

BERSYUKUR

                Allah berfirman: “Jika kamu bersyukur, maka ni’mat mu akan ku tambah” “ jadilah kamu hamba yang bersyukur “ Betapaaaa Oh betapaaaaa Tahaduts bin ni’mah                 Betapa Allah sangat baik terhadap saya. Rahmatnya begitu luas, selalu ada. Mungkin ini juga termasuk dari bagian qodho dan qadarnya.                 Bisa kuliah di Lipia adalah suatu anugerah yang luar biasa. Betapa ni’matnya menimba ilmu dari para dosen yang kemumpuniannya didalam bidang ulumul syar’ie. Bukan hanya kuliah, mendapat kitab-kitab secara gratis, ditambah dengan Mukafaah, aka tunjangan bulanan yang seringnya dirapel tiga bulan sekali ( gak papa, kan jadi banyaQ)                ...

kuliah di LIPIA

Tidak ingat persis kapan saya mengikuti tes Lipia, mungkin sekitar Agustus? Kala itu masih bingung mau kuliah dimana (?) jujur, dulu sempet agak gimana gitu kalo ada asaatidz yang lulusan Lipia, padahal di pondok emang banyaknya alumni LIPIA. Pendek cerita, saya pernah kuliah di Uhamka Limau, hanya satu smester selagi menunggu waktu tarobus masuk di Januari. Kenangan di Uhamka juga banyak memberi arti dan pelajaran ( cerita ini mungkin bisa jadi inspirasi selanjutnya wkwk) Okaaayyy, back to the topic. Saat itu, sedang duduk di bis Luragung, satu sms masuk “ egiii, kamu lulus Lipia Tarobus. Sama si ini, dan si itu ...” ( maafkan ku lupa) Sesampainya dirumah, ku sampaikan kabar tersebut, ternyata reaksi mamah sama bapak SANGAT SENANG. Oke, dari situ entah kenapa saya simpulkan harus mengambil jalan yang diridhoi orang tua, ya tapi bukan berarti kuliah di Uhamka ga di ridhoi ( mehooong cyiiinn) Singkat cerita ; selama duduk di mustawa idad, entah kenapa kok apa yang saya dapat...