Dosen kami itu …
Sore ini selepas maghrib, tidak ada angin apapun yang membuat kami berkumpul dikamar kosan pojok dekat tivi. Sudah seperti biasa kami berkumpul dikamar kosan, kamar pojok, tengah, atau pojok dekat gerbang tangga. Agaknya pembahasan kali ini juga sudah biasa kami perbincangkan. Tapi aku sedang dalam kondisi yang baik untuk menulis. Kami sedang membicarakan dosen-dosen favorit masing-masing. Sambil menghabiskan makan malam masing-masing, aku dengan ayam sabana, eonni dengan nasi gorengnya, nisa dengan nasi goreng kwetiauwnya. Kholis dan Husny hanya ikut nimbrung menggabungkan tangan dimakanan kami. Darimana percakapan itu dimulai, sesuai ingatanku berawal dari Husny. “dosen favoritku itu ustadz Ghomidi” belum ia melanjutkan eonni menyela “Ghomidi siapa? Khumaidi?” “bukaaan, hmm ituloh ka, ustadz Kholid” “oh, ustadz Kholid yang dari Yordania itu ya?” kholis yang masih duduk di tingkat dua ikut menimpali, padahal ia belum di ajar oleh ust...