Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

review klinik kecantikan calysta

setelah menikah, dan punya anak. serasa udah ga peduli sama perawatan. cuma pake pelembab dan bedak, sedikit lipstik, kurasa itu sudah cukup. tapiiii, baru ku sadari sekarang-sekarang ini. ketika mamah bilang " si egi di Jakarta lain teh perawatan!" dan disitu membuat gue sama paksu mikir. setelah dapet lampu hijau sama paksu HaHa, langsung search klinik kecantikan *eeeaakk, dan ketemulah Calysta klinik, dimanakah ini? di Jawa Barat, sorry gue ga mau ngasih detailnya, karena akan berujung dengan review gue yang kurang -mengenakan- , kecuali yang baca tulisan gue tau, dan baca tulisan2 sebelumnya tiba ditempat, pukul 9;10 pagi, buka pintu, hiruk pikuk para pegawai terlihat, daaan point pertama yang bikin gue kaget ada 3 orang laki-laki disono. emang sih, ini kan klinik kecantikan yes, bukan salon muslimah. kemudian duduklah gue isi data, ditanya mau facial? gue jawab, "saya mau konsul dulu deh mbak sama dokternya" oke yang jaga si embaknya ramah, dia bilang ...

safari dokter spesialis anak Kuningan - Jakarta - Cirebon

tentu, sebagai orang tua. siapa pun ga menginginkan anaknya sakit. siapa coba yang mau? jadi here we go, karena mamak nya dari hamil Mumtaz juga PICKY dokter obgyn, so begitu juga untuk dokter anak. pertama ;  usia Mumtaz saat itu masih kiciiikk banget, dan dia batuk pilek ( yang paling sering dan mudah menyerang). gue kasian liat dia yang belum bisa ngeluarin dahak, saat itu gue enggan kalo cuma ke bidan aja. oke, jadi mamak cari RS provider asuransinya keluarga HEHE dr Swanty Chunnaedy Spa ; kesan pertama gue adalah dokternya cantik, awet muda, dan ramaaaah, point penting yang lainnya adalah KOMUNIKATIF ( ini yang emaknya cari) juga beliau sangat pro ASI. kebayangkan? pertama nentuin dokter Spa dan beliaumya enakeeeuuun. nyari foto beliau ga nemu :D beliau praktek di RS Juanda Kuningan, dan di klinik ( cuma ga tau apa nama kliniknya ) kedua;   Hari terakhir kami di Singapur like disaster *beeuuuhhh. Mumtaz mencret dari hari pertama sampe di Spore, dan di hari terakh...

BERTAMBAH DAN BERTUMBUH

Setiap kita menciptakan banyak jejak kenangan. Malam ini, tetiba bayangan anak-anak kosan celamet city muncul saat meninabobokan Mumtaz. Dulu, aku hampir enggan untuk keluar dari zona aman dan nyaman. Enggan untuk pindah kosan setalah Hanif dan Nesya masuk asrama, then Hana memilih berangkat ke Mesir. Lebih memilih ngekos sendiri, dengan ukuran kos sempit. Ka Angger bilang “ egi pindah kosan aja, ke sebelah .....” dengan obrolan panjang yang membuat aku berpikir more and more Ngerti kan yaa? Dengan lingkungan baru, berarti harus adaptasi lagi. Pada akhirnya pindah kosan juga. Lebih milih lantai 2, 1 kamar di isi 3orang saat itu. Menjadi orang baru selalu ga enak, serba salah, kemudian ga nyaman. Namun, perlahan zona aman dan nyaman itu mengalami perubahan, beradaptasi dengan lingkungan baru akan kita rasakan. Kalian ingat? Pengocokan PJ kosan? Yang keluar adalah namaku. Semua berawal dari situ, membuat aku harus mengenal lebih dekat dengan kalian, mempertimbangkan baik da...

BERSYUKUR

                Allah berfirman: “Jika kamu bersyukur, maka ni’mat mu akan ku tambah” “ jadilah kamu hamba yang bersyukur “ Betapaaaa Oh betapaaaaa Tahaduts bin ni’mah                 Betapa Allah sangat baik terhadap saya. Rahmatnya begitu luas, selalu ada. Mungkin ini juga termasuk dari bagian qodho dan qadarnya.                 Bisa kuliah di Lipia adalah suatu anugerah yang luar biasa. Betapa ni’matnya menimba ilmu dari para dosen yang kemumpuniannya didalam bidang ulumul syar’ie. Bukan hanya kuliah, mendapat kitab-kitab secara gratis, ditambah dengan Mukafaah, aka tunjangan bulanan yang seringnya dirapel tiga bulan sekali ( gak papa, kan jadi banyaQ)                ...

kuliah di LIPIA

Tidak ingat persis kapan saya mengikuti tes Lipia, mungkin sekitar Agustus? Kala itu masih bingung mau kuliah dimana (?) jujur, dulu sempet agak gimana gitu kalo ada asaatidz yang lulusan Lipia, padahal di pondok emang banyaknya alumni LIPIA. Pendek cerita, saya pernah kuliah di Uhamka Limau, hanya satu smester selagi menunggu waktu tarobus masuk di Januari. Kenangan di Uhamka juga banyak memberi arti dan pelajaran ( cerita ini mungkin bisa jadi inspirasi selanjutnya wkwk) Okaaayyy, back to the topic. Saat itu, sedang duduk di bis Luragung, satu sms masuk “ egiii, kamu lulus Lipia Tarobus. Sama si ini, dan si itu ...” ( maafkan ku lupa) Sesampainya dirumah, ku sampaikan kabar tersebut, ternyata reaksi mamah sama bapak SANGAT SENANG. Oke, dari situ entah kenapa saya simpulkan harus mengambil jalan yang diridhoi orang tua, ya tapi bukan berarti kuliah di Uhamka ga di ridhoi ( mehooong cyiiinn) Singkat cerita ; selama duduk di mustawa idad, entah kenapa kok apa yang saya dapat...