Ujian sebelum menikah itu, NYATA
13 hari berlalu setelah 2 Agustus 2015
Statusku yang sudah berhasil kau kudeta hahaha, berubah
label menjadi seorang istri dari seorang lelaki yang selama ini memperjuangkan
seseorang yang menjadi bagian impiannya *eeaak
Oke gaeess, apakabar? Sehat ya semua, in syaa Allaah.
Yah, tiga belas hari doang mah belum ada apa-apanya. Masih anget-anget
nya yak? Masih lengket yak? Masih riuh rindang kalo kegerahan ada yg ngipasin? Iya-in
aja dah, da emang iya soalnya hehe
Jadi ada beberapa yang kali ini pengen aku tuangkan. Tentang
ujian yang nyata terjadi alias aku alami. Aku sering mendengar tentang
banyaknya ujian bagi mereka yang akan menikah. Sering. Karena kebanyakan
teman-teman ku sudah menggenapkan setengah agamanya, sehingga tidak terlalu
sulit untuk sharing, atau bahkan tanpa sharing pun obrolan kita akan ada seputar
Zawaaj, atau Pernikahan.
Setiap ‘mereka’ akan mengalami ujian tersebut. Beraneka macam
ujian yang Allah sediakan. Dan pertama-tama Allah memberiku ujian di Zona ‘
kesetiaan ‘ menjelang tiga, dua bahkan satu bulan sebelum hari H ada aja yang
tetiba nongol, entah dibawain atau menampakkan batang hidungnya sendiri. Terlihat
dimataku sosok-sosok yang lebih baik dari suamiku ( tsaahh, ‘suamiku’ agak ragu
mau nulis kata itu wkwkwk ) Alhamdulillaahnya bisa di atasi dengan mudah.
Oke, yang kedua adalah Zona Emosional.
Hey, kamu. Aku sensitive banget kan waktu lagi dalam
pembahasan untuk mempersiapkan ini dan itu? :D tentang fikiran dan tenaga yang
sudah terkerahkan atau kondisi mood yang
tidak baik membuat emosi aku tak tertahankan. Beruntungnya, karena satu dari
kita yaitu kamu menghadapi aku dengan sabar atau menahan rasa amarah yang
sesungguhnya ada dihatimu.
Selanjutnya, yang ketiga adalah Zona Keraguan.
Dan Alhamdulillah meski ini juga ujian yang sering muncul
untuk menggoyahkan. Allah meloloskan aku dari ujian ini, dengan tak henti
berdoa untuk kebaikan kita berdua *tjiiaa – KITA –
Dan ujian yang ke empat, ini tepat memukul psikologis. Ujian
yang tak pernah aku sangka-sangka. aku mengalami kecelakaan motor, dan itu
adalah H min 3 menjelang walimah.
Tentang mereka yang mengatakan “ kalo calon penganten tuh
diem aja dirumah coba, satu bulan sebelumnya malahan. Apalagi ini udah deket “
setelah kejadian itu semua orang yang mengetahui mengeluarkan kalimat tadi
meski berbeda-beda.
Tentang luka yang harus aku lihat separah apa menjelang H
min 3, tubuh sebelah kiri mengalami geser otot atau terkilir membuat semua
bertambah sakit. Perang batin antara memberi tahu atau tidak tentang apa yang
terjadi kepada mu.
Ujiannya NYATA. Sudah aku alami.
Kenapa ada Ujian bagi mereka yang akan menggenapkan setengah
agamanya? Yang mana setelah akad sakral itu berlangsung, segala sesuatu yang tadinya
Allah haramkan berubah menjadi halal, begitu sebaliknya. Esensi di dalamnya
yang sangat penting sehingga tidak mengherankan Allah memberikan Ujian.
Lalu, bagaimana dengan kamu ? :D
Komentar
Posting Komentar