cerita sore hari di Purwadadi
Setelah lama ga ketemu, kita kembali bertemu haha
Aku fikir dengan maen kaya tadi, ya cuma sekedar maen aja. Ah
ternyata. Kamu membawa memberita. Tentunya, berita bahagia.
Aku ga tau kalo cerita tadi sepanjang dan selebar apa. Tapi,
ada banyak hal yang aku temui, simpulkan.
Raut bahagia mu itu, mencerminkan keikhlasanmu. Ikhlas dalam
menerima seutuhnya. Ikhlas menyerahkan segala sesuatunya.
Raut bahagia mu itu, mencerminkan bagaimana kau menjadi diri
sendiri. Meski masih ada rasa tak enak hati. Tapi kerewelan mu itu menandakan
dirimu sendiri.
Raut bahagia mu itu, mengajarkan aku tentang bagaimana kita
menghargai orang-orang yang meperjuangkan “sebuah keinginan dan seseorang yang
menjadi mimpinya”
Raut bahagia mu itu, mengingatkan aku, tentang kepasrahan kita
sebagai seorang hamba kepada Rabbnya.
Raut bahagia mu itu, mengingatkan aku kembali untuk selalu
menjadikan niat selalu yang terbaik dan selalu untuk beribadah.
Raut bahagia mu itu, menyadarkan aku untuk kembali
membentengi diri dari hal duniawi.
Semua raut wajahmu, raut bahagiamu membuat aku menyimpulkan
banyak hal. Yang mana aku masih harus memperbaiki segala hal.
Pu, seharusnya aku main kerumah kamu dari jauh-jauh hari.
Supaya semua cerita dan segala hal yang ingin aku bagi bisa
mendapatkan solusi.
Ah, pupu.
Semoga Allah memberikan kelancaran serta kemudahan untuk
segala urusan.
Terimakasih untuk hari ini.
Semoga bisa berkunjung, menyusul, meski sekedar travelling. See
you there, insya Allaah J
Komentar
Posting Komentar