review klinik kecantikan calysta
setelah menikah, dan punya anak. serasa udah ga peduli sama perawatan. cuma pake pelembab dan bedak, sedikit lipstik, kurasa itu sudah cukup.
tapiiii, baru ku sadari sekarang-sekarang ini. ketika mamah bilang " si egi di Jakarta lain teh perawatan!" dan disitu membuat gue sama paksu mikir.
setelah dapet lampu hijau sama paksu HaHa, langsung search klinik kecantikan *eeeaakk, dan ketemulah Calysta klinik, dimanakah ini? di Jawa Barat, sorry gue ga mau ngasih detailnya, karena akan berujung dengan review gue yang kurang -mengenakan- , kecuali yang baca tulisan gue tau, dan baca tulisan2 sebelumnya
tiba ditempat, pukul 9;10 pagi, buka pintu, hiruk pikuk para pegawai terlihat, daaan point pertama yang bikin gue kaget ada 3 orang laki-laki disono. emang sih, ini kan klinik kecantikan yes, bukan salon muslimah. kemudian duduklah gue isi data, ditanya mau facial? gue jawab, "saya mau konsul dulu deh mbak sama dokternya" oke yang jaga si embaknya ramah, dia bilang "dokternya jam setengah 10.
lupa jam berapa, gue dipanggil sama dokternya, masuk.
"gimana mba?"
"mau perawatan dok"
doi langsung ambil alatnya gitu, disentuhin dimuka gue, ditiga titik " oh, kulitnya normal ya" , "facial juga?"
gue jawab "belum dok" (maksud gue belum difacial, dan dokter mengira belum mau difacial)
ini point kedua gue, ampuns maak. si Maulida ini kalo ketemu dokter yang ga komunikatif, jadi membLe. oke, iyasih kenapa ga gue nya aja yang banyak tanya? begitulah, gue adalah customer yang maunya dimengerti.
setelah itu dokternya kaya nulis resep, dan mungkin juga treatment?
ke kasir lagi lah gue, dan ditotal, semuanya 1juta 2ratus sekian. oke, pertama kali, dan ya jujur yaa, gue shocked!!
dan si embak menangkap wajah kekagetan, kekhawatiran gue,
gue "kalo saya ga ambil produknya gmn mba?"
"gapapa teh, tapi kena charge konsul dok"
gue " oke, gapapa"
si embak still tryin' " sayang teh kesini ga dapet apa2, kalo facialwash, sunscream, sama night creamnya aja gimana? cuma 230ribu?"
negoisasi gue terima, pengen tau aja hasilnya. karena ini adalah kali pertama gue pake cream kecantikan dari dokter.
cuma hampir semuanya produk, ga ada treatment nya gitu. yowislah, balik aja.
namun, ada hal lain yang membuat gue juga berpikir disisi lain.
jadi waktu pas nunggu dokter dateng itu, banyak customer yang datang cuma ambil atau beli produk nya. dan ya emang 400ribu, 600ribu. mungkin mereka udah lama pake skincare nya Calysta.
itu sih pengalaman pertama gue ke klinik kecantikan *tsaahh
sama sekali ga bermaksud menjelekkan, ini kan pertama kali, dan ya begitu yang gue alami, mungkin sama ibu-ibu, atau embak-embak yang lain ga sama.
bebas sih, lu mau nilai gimana?
gue ga mau compare sama salon muslimah yang biasa gue datengin, karena treatment dan produknya beda jauh, juga dari nama udah beda. yang satu SALON yang satu KLINIK KECANTIKAN.
maybe, karena salon muslimah yang gue datengin itu lebih secured dari laki-laki (syarat utama dari suami gue)
tapiiii, baru ku sadari sekarang-sekarang ini. ketika mamah bilang " si egi di Jakarta lain teh perawatan!" dan disitu membuat gue sama paksu mikir.
setelah dapet lampu hijau sama paksu HaHa, langsung search klinik kecantikan *eeeaakk, dan ketemulah Calysta klinik, dimanakah ini? di Jawa Barat, sorry gue ga mau ngasih detailnya, karena akan berujung dengan review gue yang kurang -mengenakan- , kecuali yang baca tulisan gue tau, dan baca tulisan2 sebelumnya
tiba ditempat, pukul 9;10 pagi, buka pintu, hiruk pikuk para pegawai terlihat, daaan point pertama yang bikin gue kaget ada 3 orang laki-laki disono. emang sih, ini kan klinik kecantikan yes, bukan salon muslimah. kemudian duduklah gue isi data, ditanya mau facial? gue jawab, "saya mau konsul dulu deh mbak sama dokternya" oke yang jaga si embaknya ramah, dia bilang "dokternya jam setengah 10.
lupa jam berapa, gue dipanggil sama dokternya, masuk.
"gimana mba?"
"mau perawatan dok"
doi langsung ambil alatnya gitu, disentuhin dimuka gue, ditiga titik " oh, kulitnya normal ya" , "facial juga?"
gue jawab "belum dok" (maksud gue belum difacial, dan dokter mengira belum mau difacial)
ini point kedua gue, ampuns maak. si Maulida ini kalo ketemu dokter yang ga komunikatif, jadi membLe. oke, iyasih kenapa ga gue nya aja yang banyak tanya? begitulah, gue adalah customer yang maunya dimengerti.
setelah itu dokternya kaya nulis resep, dan mungkin juga treatment?
ke kasir lagi lah gue, dan ditotal, semuanya 1juta 2ratus sekian. oke, pertama kali, dan ya jujur yaa, gue shocked!!
dan si embak menangkap wajah kekagetan, kekhawatiran gue,
gue "kalo saya ga ambil produknya gmn mba?"
"gapapa teh, tapi kena charge konsul dok"
gue " oke, gapapa"
si embak still tryin' " sayang teh kesini ga dapet apa2, kalo facialwash, sunscream, sama night creamnya aja gimana? cuma 230ribu?"
negoisasi gue terima, pengen tau aja hasilnya. karena ini adalah kali pertama gue pake cream kecantikan dari dokter.
cuma hampir semuanya produk, ga ada treatment nya gitu. yowislah, balik aja.
namun, ada hal lain yang membuat gue juga berpikir disisi lain.
jadi waktu pas nunggu dokter dateng itu, banyak customer yang datang cuma ambil atau beli produk nya. dan ya emang 400ribu, 600ribu. mungkin mereka udah lama pake skincare nya Calysta.
itu sih pengalaman pertama gue ke klinik kecantikan *tsaahh
sama sekali ga bermaksud menjelekkan, ini kan pertama kali, dan ya begitu yang gue alami, mungkin sama ibu-ibu, atau embak-embak yang lain ga sama.
bebas sih, lu mau nilai gimana?
gue ga mau compare sama salon muslimah yang biasa gue datengin, karena treatment dan produknya beda jauh, juga dari nama udah beda. yang satu SALON yang satu KLINIK KECANTIKAN.
maybe, karena salon muslimah yang gue datengin itu lebih secured dari laki-laki (syarat utama dari suami gue)
Komentar
Posting Komentar