BERTAMBAH DAN BERTUMBUH



Setiap kita menciptakan banyak jejak kenangan. Malam ini, tetiba bayangan anak-anak kosan celamet city muncul saat meninabobokan Mumtaz.
Dulu, aku hampir enggan untuk keluar dari zona aman dan nyaman. Enggan untuk pindah kosan setalah Hanif dan Nesya masuk asrama, then Hana memilih berangkat ke Mesir. Lebih memilih ngekos sendiri, dengan ukuran kos sempit.
Ka Angger bilang “ egi pindah kosan aja, ke sebelah .....” dengan obrolan panjang yang membuat aku berpikir more and more
Ngerti kan yaa? Dengan lingkungan baru, berarti harus adaptasi lagi. Pada akhirnya pindah kosan juga. Lebih milih lantai 2, 1 kamar di isi 3orang saat itu.
Menjadi orang baru selalu ga enak, serba salah, kemudian ga nyaman. Namun, perlahan zona aman dan nyaman itu mengalami perubahan, beradaptasi dengan lingkungan baru akan kita rasakan.
Kalian ingat? Pengocokan PJ kosan? Yang keluar adalah namaku. Semua berawal dari situ, membuat aku harus mengenal lebih dekat dengan kalian, mempertimbangkan baik dan buruk bagi kosan, mengingatkan jatuh tempo bayar kosan HahaHa
Berjalannya waktu, ga berasa udah tinggal dikosan yang kita sebut “Celamet City”, tiga tahun.
Kenal Husni, dia yang awalnya ku kira “weird” karena suka nyanyi2 dewek dikamar, tiba-tiba ketawa ngakak disaat sunyi, kemudian dia pindah kamar ke lantai 2, racun Running Man ku dapat dari dia dan Kholis. Siapa sangka? Anak satu ini adalah alumni akselerisasi, manggil gue aja Kaka :D siapa sangka? Dia yang bersedia diganggu ketika gue ga paham sama pelajaran, kemudian dia jelasin. Dia yang terlalu selow menghadapi hari-hari ujian dan berakhir mendapat nilai Jayyid Jiddan. Bisa bayangkan kalo dia belajar serius? Bisa Mumtaz Awail
Husni baik bangeeetts gengs
Kholis, satu orang ini adalah yang menggantikan posisi gue saat gue walk out dari kosan wkwk. Tipe yang ga bisa diganggu kalo lagi ujian, orangnya resiiiik, cerdas juga, hafalannya banyak.
Izzah, anak yang satu ini lutjuuu, gemaasssyy, baik hatiiii, jarang marah, cantiiiikk, hafalannya banyak, rajin belajar. Dia bisa bertahan ga tidur kalo lagi masa ujian, paling banter dia tidur satu jam, kamu atau yang dikosan bisa minta dia buat dibangunin.
( BTW, ini bukan lagi promosiin yak. Kenyataan memang seperti itu. Gimana dong? Hehe:D)
Faiz, awal sebelum kenal diliat dari wajah aja dia jutek banget, haha. Semua anak baru begitu pas liat Faiz kekek, tapi dia baik hati dan amat perhatian, bener2 hidup bersih, really enjoy menghadapi ujian
Annisa Qur ; Nisa. Anak kecik pada masa itu, kepolosannya, kebaikannya, kesabarannya, kelembutannya, cantik pulaak. Kamu inget? “Kak, aku ga tau jadwal hari ini ujian Ushul. Aku malah ketiduran dan baru bangun jam 2”
Kamu tau apa yang bakal terjadi, ketika ga belajar Ushul Fiqh, kemudian dosennya Duktur Azazi.
Eonni Eji, begitu ku tulis di buku telfon. Dia adalah KaKa tertua pada masa itu. Sang ahli bekam, kaka sholihah, lemah lembut yang akhirnya nular ke Nisa.
Kenapa dari tadi, yang disinggung masa2 ujian? Pada waktu tersebutlah, setiap kita melihat perjuangan orang lain, perjuangan kita, pengorbanan orang lain, pengorbanan kita. Masa2 ujian di Lipia adalah salah satu chapter terindah dan berkesan buat gue.

Satu persatu dari kita mengalami Tambah dan Tumbuh
Eonni Eji lulus.
Kemudian disusul Husni,
Kemudian gue,
Dan Faiz, Izzah, Kholis, kalian adalah yang selanjutnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Periksa ke dokter Fetomaternal dan Infus Venofer

one direction

Dosen kami itu …