lg pas banget

menikmati hari demi hari sebagai seorang mahasiswa adalah sudah menjadi rutinitas. dari senin hingga jum'at. kuliah disalah satu perguruan tinggi cabang Riyadh.
pernahkah merasakan kejenuhan yang begitu besar? atau bahkan sampai ke tingkat futur? jawaban saya adalah iya. entah mengapa segala rutinitas yg aku jalani hanya itu-itu saja. kampus-kosan. sering sekali terbesit untuk berhenti menapaki jalan ini. jika melihat jarak waktu kedepan. tapi? jika aku melihat segala usaha dua tahun kebelakang ini? itu juga bagian dari usahaku.

ini sedang minggu Uts, meski tinggal satu matkul sebenarnya. hari ini tepatnya pada saat matkul jam kedua. salah satu ustadzah tertua, kami biasa menyebut beliau dengan sebutan terdekat "Grandma" , beliau membawa amplop ukuran lebar hendak membagikan hasil ujian Nahwu kami. entah apa memang terlihat dari raut wajah anak-anak dikelas, beliau bertanya
"ladaykunnal ikhtibaar?" (1)
"na'am" jawab kami serentak (2)
"madza?" sambil memicingkan mata dengan gaya khasnya (3)
"balaghoh" jawab kami serentak (4)

yang tejadi pada jam kedua itu adalah beliau memberikan sebuah pacuan semangat untuk kami, terutama aku. entah bagaimana, kondisi hati dan fikiran yang seperti ini sangat tepat ketika beliau menyampaikan kata-demi kata.
semenjak menginjak bangku Takmili, aku lebih banyak merasakan ketakutan dan tekanan dari luar dan dalam. bukankah seharusnya aku bersyukur atas semua itu? tak semua yg mengikuti tes bisa memiliki kesempatan di takmili. oh, Tuhan. aku tak ingin tak mensyukuri atas nikmatMu.

Ustadzah Iryanis adalah salah satu ustadzah tertua, tubuhnya yang sudah memasuki usia tua masih asyik menjalani aktivitas dikampus sebagai dosen. begitu semangat dan tak pernah terlihat lelah. sakitpun beliau masih masuk. Beliau termasuk salah satu ustadzah yang disegani dan dihormati dosen Arab yang mana notabene kebanyakan dosen2 Arab bertindak lebih leluasa, namun tidak jika dengan Utadzah Iryanis. kharismatik beliau begitu berbeda. soal2 ujian yang diberikan pun termasuk bisa kami tangani tanpa ada diskusi setelah ujian selesai *mudah maksudnya* :D



beliau bilang : apa yang sebenarnya kalian takuti? ujian balagoh? kalian tau, setiap manusia itu mesti melakukan kesalahan didalam kegiatan kehidupannya. yang menjadi titik masalah adalah "apa kita selalu mengambil pelajaran dibalik kesalahan yang dilakukan? apa kita bersyukur karena masih bisa ditunjukkan sesuatu yang benar?
kalian sudah belajar bukan? bagaimana usaha kalian? itu menentukan hasilnya, dan jangan pernah berfikir bahwa kalian akan disulitkan. usaha doa dan tawakalmu itu cukup, tambah sedikit bumbu husnudzhon.
" Allah yu'thi qadral insan "

jam kedua tadi sempat membuatku menitikan air mata dengan segera aku mengucek mata yg jelas tidak gatal. ya, aku menangis dengan apa yang beliau sampaikan. rasa syukur ku masih kurang yaRabb. itu cukup jelas. pintaku terlalu banyak daripada sujudku padaMu yaRabb.

kuatkan pundak serta hati ini yaRabb. hingga akhir yang ku nanti tercapai. inshaAllah.


----------

1. kalian ada ujian hari ini?
2. iya
3. matkul apa?
4. balagoh : salah satu matkul









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Periksa ke dokter Fetomaternal dan Infus Venofer

one direction

Dosen kami itu …