males !
entah penyakit apa yg menyerang setiap hari minggu itu, minggu malam tepatnya, saat akan beremu dengan hari senin. ya, hari senin. senin yang jauh dari hari minggu dan minggu yg dekat bersampingan dengan senin bila dilihat di kalender yang saya pajang di tembok kosan.
males. males banget untuk mengerjakan hal apa pun, yang di genggam sedari tadi hanya handphone, laptop, maen games, sambil dua kabel menggantung di telinga -earphone- sambil berbaring, dan mengutuk akan hari esok, " AH, males banget sih nih. Bolos aja apa yah besok?" BOLOS, ya tiba2 kepengen buat bolos. sambil sedikit menimbang melihat mata kuliah besok yg tdk begitu -apa ya?- katakanlah 'tdk merepotkan' , lalu saya tidur.
ketika mata ini sudah mulai sadar bahwa harus bangun, melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim, dan sudah sebagai kebutuhan juga sebenarnya. selepas sholat, saya menimbang kembali apa yang semalam telah timbul dan ingin saya tunaikan -bolos- , entah kenapa, dengan santai sambil sedikit tdk mood sebenarnya saya ambil handuk lalu menutup pintu kamar mandi.
senin, hari ini itu prasangka nya adalah Ujian syafahi, dari awal sampe akhir bab. dan saya belum belajar? -mati sajalah kau- tapi pd akhirnya saya sudah siap, rapih dengan busana seorang muslimah, mengenakan sepatu cats, lalu menggendong tas dan berangkat. BISMILLAHI TAWAKALTU 'ALALLAHI , *kunci pintu kosan*
melintasi jalanan pagi itu sebelum menyebrang jalan besar, kondisi hati sudah tak sama dengan semalam. namun yang jelas, saya memutuskan berangkat pagi itu. sambil terus menggerakan bibir ini, beribadah dijalan, mengingatNya, sebelum sampai di kampus biru. tapi ketika sampai di depan sebuah gedung yg dulu pernah di jadikan markas tim sukses Hidayat-Didik ada sebuah motor berhenti lalu menepi , si pengendara yg juga seorang mahasiswi di kampus biru itu tidak turun dari motornya. "ayo naik" taukah saat itu saya kebingungan? tapi, saya naik juga.. "lumayan, alhamdulillah" ucap saya dalam hati. selama perjalanan saya malah sibu memikirkan siapa org ini? siapa namanya? tingkat berapa? lupa lah utk bertanya. takut mengganggu konsentrasi nya dlm mengendarai. sampai di kampus, tentu tak lupa saya ucapkan "syukron" dy pun mengangguk. yang jelas pagi itu membuat saya tersadar, Allah begitu sayang. Dia Arrahman Arrahiim atas apa yg terjadi pagi ini.
dan ternyata ujian syafahi dimulai besok, ya hari selasa. Alhamdulillah yaaRabb, (saya blm belajar maksimal).
rasa malas itu timbul karena pd saat itu, kita menggunakan waktu dgn melakukan hal2 yg sia2, sehingga akan menimbulkan berkepanjangan. ayo, betengi. saya bisa :D
Jangan Males!!
males. males banget untuk mengerjakan hal apa pun, yang di genggam sedari tadi hanya handphone, laptop, maen games, sambil dua kabel menggantung di telinga -earphone- sambil berbaring, dan mengutuk akan hari esok, " AH, males banget sih nih. Bolos aja apa yah besok?" BOLOS, ya tiba2 kepengen buat bolos. sambil sedikit menimbang melihat mata kuliah besok yg tdk begitu -apa ya?- katakanlah 'tdk merepotkan' , lalu saya tidur.
ketika mata ini sudah mulai sadar bahwa harus bangun, melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim, dan sudah sebagai kebutuhan juga sebenarnya. selepas sholat, saya menimbang kembali apa yang semalam telah timbul dan ingin saya tunaikan -bolos- , entah kenapa, dengan santai sambil sedikit tdk mood sebenarnya saya ambil handuk lalu menutup pintu kamar mandi.
senin, hari ini itu prasangka nya adalah Ujian syafahi, dari awal sampe akhir bab. dan saya belum belajar? -mati sajalah kau- tapi pd akhirnya saya sudah siap, rapih dengan busana seorang muslimah, mengenakan sepatu cats, lalu menggendong tas dan berangkat. BISMILLAHI TAWAKALTU 'ALALLAHI , *kunci pintu kosan*
melintasi jalanan pagi itu sebelum menyebrang jalan besar, kondisi hati sudah tak sama dengan semalam. namun yang jelas, saya memutuskan berangkat pagi itu. sambil terus menggerakan bibir ini, beribadah dijalan, mengingatNya, sebelum sampai di kampus biru. tapi ketika sampai di depan sebuah gedung yg dulu pernah di jadikan markas tim sukses Hidayat-Didik ada sebuah motor berhenti lalu menepi , si pengendara yg juga seorang mahasiswi di kampus biru itu tidak turun dari motornya. "ayo naik" taukah saat itu saya kebingungan? tapi, saya naik juga.. "lumayan, alhamdulillah" ucap saya dalam hati. selama perjalanan saya malah sibu memikirkan siapa org ini? siapa namanya? tingkat berapa? lupa lah utk bertanya. takut mengganggu konsentrasi nya dlm mengendarai. sampai di kampus, tentu tak lupa saya ucapkan "syukron" dy pun mengangguk. yang jelas pagi itu membuat saya tersadar, Allah begitu sayang. Dia Arrahman Arrahiim atas apa yg terjadi pagi ini.
dan ternyata ujian syafahi dimulai besok, ya hari selasa. Alhamdulillah yaaRabb, (saya blm belajar maksimal).
rasa malas itu timbul karena pd saat itu, kita menggunakan waktu dgn melakukan hal2 yg sia2, sehingga akan menimbulkan berkepanjangan. ayo, betengi. saya bisa :D
Jangan Males!!

Komentar
Posting Komentar